Bertawassul dengan sedekah agar terhindar dari wabah
Selama ini kita tidak asing dengan amaliyah tawassul.
Sebagian besar masyarakat Muslim di Indonesia, bahkan di dunia, hampir setiap
hari melakukan tawassul. Tawassul yang biasa kita lakukan adalah berdoa dengan
menyebut nama seorang nabi atau wali dengan harapan agar permohonan kita
dikabulkan, atau agar kita dihindarkan dari marabahaya oleh Allah dengan
wasilah menyebut nama nabi atau wali tersebut. Tawassul seperti ini biasanya
dibarengi dengan ziarah ke makam beberapa orang wali.
Amaliyah tawassul seperti ini adalah salah satu dari tiga
jenis tawassul yang kesemuanya boleh untuk kita lakukan. Dua jenis tawassul
yang lain adalah tawassul dengan asma Allah dan sifat-Nya, dan tawassul dengan
amal shalih.
Pada kesempatan yang mulia dan penuh barokah ini, khatib akan
menyampaikan khutbah dengan tema “bertawassul dengan sedekah agar terhindar
dari wabah”.
Bertawassul dengan sedekah bukan berarti kita pamrih dalam
bersedekah. Sedekah tetap kita niatkan karena Allah, bukan karena yang lain.
Setelah sedekah, kita bertawassul dengan amal shalih yang berupa sedekah itu
agar permohonan kita dikabulkan atau dihindarkan dari mara bahaya. Hal ini
boleh dilakukan dengan dasar hadits yang menceritakan tentang tiga orang yang
kehujanan dalam perjalanan lalu berteduh di sebuah gua. Bibir gua lalu tertutup
oleh sebongkah batu besar. Dalam keadaan terperangkap dalam gua, masing-masing
dari mereka memohon kepada Allah dengan menyebut amal shalih masing-masing
hingga pintu gua terbuka kembali dan mereka keluar dengan selamat (HR
al-Bukhari)
Pada musim pandemi Covid-19 seperti ini, kita dituntut untuk
menunjukkan kesetiakawanan kita. Instruksi pemerintah agar semua orang di rumah
saja, membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya, banyak orang menjadi
pengangguran, banyak orang tidak lagi bisa mengais rezeki, banyak orang yang
membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada masa seperti
saat ini, ajaran agama menyerukan kepada kita agar berempati dan menunjukkan
solidaritas kepada sesama anak bangsa. Banyak hal yang bisa kita lakukan. Di
antaranya adalah sedekah.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ (رواه الطبراني)
Maknanya: “Perbuatan-perbuatan baik akan melindungi kita dari
berbagai keburukan dan sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi akan
menghindarkan diri kita dari siksa Tuhan” (HR ath-Thabarani)
Hadits ini mengajak kita untuk melakukan berbagai kebaikan,
di antaranya sedekah. Hadits ini juga menjelaskan bahwa perbuatan baik yang
kita lakukan, baik sedekah atau pun perbuatan-perbuatan baik lainnya dapat
menjadi sebab terhindarnya kita dari bermacam-macam keburukan dan berbagai
musibah. Oleh karena itu, kaum muslimin yang dirahmati Allah, marilah kita
bersedekah dan melakukan berbagai kebaikan di masa-masa sulit seperti sekarang
ini. Jangan menunggu sampai kita terkena wabah dan musibah, baru kita
bersedekah. Kita lakukan sedekah sekarang supaya kita terhindar dari berbagai
musibah dan wabah penyakit.
Sedekah yang kita berikan kepada orang-orang yang
membutuhkan, tidak harus banyak. Kita sesuaikan dengan kemampuan kita
masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ (رواه البخاري)
Maknanya: “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya
dengan sedekah separuh dari biji kurma” (HR al-Bukhari)
Orang miskin bisa bersedakah sesuai kemampuannya kepada orang
yang lebih miskin. Orang kaya dapat menyalurkan sedekahnya dalam jumlah besar
melalui ormas atau lembaga terpercaya, atau langsung melalui pemerintah di daerah
masing-masing. Kalau sedekah ini telah menjadi sebuah gerakan bersama dan
disalurkan serta diberikan secara tepat kepada setiap orang yang membutuhkan,
maka in sya Allah instruksi pemerintah agar semua lapisan masyarakat tidak
keluar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, akan ditaati
bersama.
Sedekah tidak harus berupa uang. Sedekah bisa berupa barang,
sembako, masker, handsanitizer, disinfektan, nasi bungkus, tenaga, pikiran,
atau apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat di musim pandemi Corona. Bahkan
jika seseorang telah terinfeksi Covid-19, wabah penyakit yang lain atau terkena
penyakit apa pun, Rasulullah menganjurkan agar ia bersedekah. Sedekah adalah
obat bagi segala macam penyakit. Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
حَصِّنُوْا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ (رواه الطبراني)
Maknanya: “Lindungilah harta kalian dengan zakat dan obatilah
orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah” (HR Ath-Thabarini).
Dan sangat penting untuk kita yakini bahwa harta kita
sejatinya tidak akan berkurang dengan sebab sedekah. Justru sedekah akan
menjadikan harta kita berlimpah berkah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ (رواه مسلم)
Maknanya: “Harta tidak akan berkurang dengan sebab sedekah”
(HR Muslim).
Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan
yang penuh maghfirah, sarat rahmah dan pembebasan dari api neraka. Salah satu yang
diteladankan oleh Rasulullah pada bulan yang suci ini adalah banyak berderma
dengan bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan
lagi di bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ (أخرجه الترمذي والبيهقي)
Maknanya: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan
Ramadhan” (HR At-Tirmidzi dan al-Baihaqi)
Demikian
khutbah yang singkat ini. Mudah-mudahan bermanfaat dan membawa barakah bagi
kita semua. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
Di sadur dari pembahasan khutbah jumat aplikasi Khutbah
jumat NU android uraian dari Ustadz Nur Rohmad, Pemateri/Peneliti di Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur
dan Ketua Biro Peribadatan & Hukum, Dewan Masjid Indonesia Kab. Mojokerto

Comments
Post a Comment