"Orang Sholeh Idola Kita..."


Oleh: Moh Nasirul Haq*

Al Imam Al Habib Ali Al habsyi berkata dalam Diwannya:

لا زلت مسرور يا قلبي بذكر السلف * أهلي ومن مثل أهلي في السلف والخلف
ومن دخل في حماكم لا يخف لا يخف * ومن تعلق بهم ادرك جميع التحف
"aku senantiasa bahagia duhai hatiku dengan menyebut para pendahulu * sebagaimana keluargaku atau yang sepeti keluargaku yang dahulu maupun yang belakangan.
Barangsiapa masuk kedalam penjagaanmu maka tidak akan pernah merasa takut***
Dan barang siapa selalu berhubungan dengan mereka akan mendapat segala mutiara"

Imam sufyan Bin Uyaynah berkata ; "ketika menyebut para sholihin maka rahmat akan turun." Sementara Imam Nawawi dalam kitab syarhul Muhaddzab berkata; " yang ketika menyebut mereka (sholihin) hati menjadi tentram." Sementara dalam Syarhul Muslim ia berkata ; "Rahmat turun dengan menyebut mereka."
Imam Al Faqih Fadhal Bin Abdullah berkata pada kerabatnya ; "tulislah kisah mereka sebab itu menghidupkan hati dan melebur dosa."
Imam Muhammad Bin Yusuf berkata ; "aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih berguna selain menyebut para sholihin." Bahkan Syeikh Muhammad Bin Abu Bakr Abbad berkata ; "tidak ada dalam penyebutan para sholihin selain peleburan Dosa."

Didalam suatu hadits dikatakan;
عن النبي صلى الله عليه وسلم: "فضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب" ( أخرجه الترمذي رقم2687) .
"Keutamaan orang alim atas orang ahli ibadah, bagaikan keutamaan diriku atas segenap bintang." (Al Hadits)
Berkata Syeikh Abdullah Al Yafi'ie ; " disaat menyebut para sholihin maka turnlah Rahmat, menghidupkan hati para Hadlirin, menenangkan hati dan menerangi hati."

Ulama' dan para Sholihin tidak hanya dirindukan di saat hidupnya saja akan tetapi saat beliau wafatpun semua orang merindukannya, menyebutnya, mendoakannya, memohon Madad darinya.

ماتوا وما ماتوا , غابو وما غابوا
"mereka wafat tapi Nampak tidak wafat, mereka hilang tetapi Nampak tidak hilang."
قد مات قوم وما ماتت مكارمهم * وعاش قوم وهم فيها كالأموات
"telah wafat suatu Kaum akan tetapi tidak pernah wafat keistimewaan mereka, sedangkan adapula suatu Kaum yang hidup namun ia di dunia bagaikan orang mati."

Demikian itu tentang keistimewaan menyebut nama mereka dan kisah perjuangan mereka, lalu bagaimana lagi dengan melihat mereka???, Datang kemajelis mereka???, menemani mereka  ???, berguru pada mereka ???.

Berkata seorang ulama ; "bagaimana tidak bahagia yang melihat wajahnya dan bagaimana tidak bahagia melihat wajah orang yang bahagia."
يا سعد من قد رآهم
sungguh beruntung orang yang melihat mereka atau melihat yang melihat mereka.

sekian.




*penulis adalah pengasuh PPDS Putri Sumbersari Kencong Pare Kediri Jawa Timur

Comments